Monday, December 8, 2008
De FLo
currently: sakit tenggorokan (lagi)



alih2 hangout ato ngadain UNO championship seperti biasa, weekend ini diisi dengan kerja sambilan: jadi crew De FLo, wedding organizer milik Bang Firly. Akhir pekan ini kita ngegarap resepsi pernikahan Mario dan Jennifer di Horison. Tugas saya: koordinator flower boys and girls (lebih tepat lampion boys and girls karna mereka sama sekali ga bawa bunga, tapi lampion. hehehehe)

Selaen masalah repotnya ngatur dan kasih arahan ke anak2 kecil (rata2 6-11 tahun) itu, repot berikutnya adalah para kurcaci ini 'diboyong' dari Singapura dan ga ada satupun yang bisa bahasa Indonesia. Bahasa Inggris sih ga masalah, nah logat Singlish-nya itu yang bikin pusing. sampe sekarang masih kebawa2 gaya bicara mereka klo ngomong bahasa Inggris. gawat nih...

waktu GR, saya sengaja bawa lolipop dalam jumlah yang cukup banyak untuk nyogok kurcaci2 ini. sebelum GR dimulai, anak2 ini saya ajak kenalan dan main2 dulu. 5 anak yang cukup 'besar' dan bisa lebih mudah diarahkan ada 5: Nicolas, Winston, Kelly, Natalie dan Nicole (sayang ga sempet foto2 ama mereka). Pada hari H, Jen dan Mario (the bride and groom) udah kasih warning "anak2 hari ini hiperaktif semua", dan bener... waktu mereka harus tampil jadi pengiring pengantin wanita, saya dibikin lumayan panik karena anak2 ini menghilang satu persatu dan mulai berulah. ada yg ribut bilang "I wanna pee pee", ada yg ngamuk2 rebutan lampion dengan warna kesukaan masing2, dan ada yg langsung lari dari hideout the bride. yang terakhir ini cukup bikin jadi tontonan karena scene kejer2an di lobby hotel.

tapi alhamdulillah, begitu semua bisa 'dikandangin', mereka dengan patuh berdiri di posisi yang seharusnya dengan rapi, bersikap manis, dan jalan dengan superpelan (karena berkali2 saya ingatkan "look at Jen, she's wearing that pretty dress and I bet it's hard for her to move. so don't run, walk superslow, alrite?") dan teratur. what a relieve...